Thursday, February 18, 2016

Berbagi Pengalaman Magang! ^^

Sumber: quotivee.com

Puji Tuhan, kali ini aku mau share kesaksian aku saat aku mencari magang, yeyeyeye! Sebenarnya sudah agak lama sih sekitar bulan September 2015, tapi karena aku udah 'janji; mau share kesaksian aku, sekarang aku mau bagiin berkat ini buat yang baca ^^ mohon dibaca kesaksianku ini ya, teman-teman semua ^^

Jadi gimana ceritanya? Awalnya, dalam mata kuliah On Job Training kami para mahasiswa diharuskan untuk magang di suatu perusahaan. Karena aku kuliah di jurusan ilmu komunikasi, aku harus mencari tempat magang yang berkaitan dengan proses broadcasting. Contohnya media televisi, media radio, atau media majalah.

Nah karena aku orangnya idealis lah gitu boleh dibilang, aku nggak mau masuk ke media televisi atau radio. Aku bercita-cita jadi jurnalis. Jadi, ya aku inginnya cuma di media cetak saja. Misalnya koran atau majalah.

Selama proses mencari magang ini aku cuma berdoa, ya Tuhan, jadilah semua sesuai kehendakMu. Hanya Tuhan saja yang aku andalkan. Pokoknya semua sesuai kehendak Tuhan saja. Sampai akhirnya aku nggak dapat panggilan dari semua media yang aku kirim lamarannya. Sempat sih dipanggil sekali, tapi itu juga nggak diterima. 

Akhirnya ya aku sempat stres juga karena belum dapat tempat magang. Terus, akhirnya mamaku berdoa. Mama bilang, dia mau berdoa supaya aku dapat tempat magang. Selesai berdoa, mama bilang aku pasti dapat tempat magang. Tapi yaa waktu itu aku skeptis saja sih, salah juga disitu akunya, harusnya aku menanggapi dengan iman yang penuh harapan pada Tuhan. 

Sampai besoknya, saat aku setengah bangun tidur, mama bilang sambil setengah teriak kalau ada kenalan yang sempat kerja di salah satu majalah. Awalnya pas tahu aku masuk sana karena ada koneksi yang ngenalin, aku sempat skeptis menghadapinya. Jujur, aku tipe pribadi yang nggak suka banget buat kerja karena ada koneksi, atau apalah itu. 

Tapi di sini lah momen pas aku disadarkan. Aku sempat bilang dalam hati, kalau aku nggak suka cara masuk kerja dengan kenalan atau apalah gitu. Tapi justru Tuhan disini tegur aku. Tuhan kira-kira bilang begini sama aku, "loh, katanya kamu berserah kepadaKu, terserah Aku dong, caranya mau bagaimana?".

Upsss.. saat itu aku ngerasa, jleb! Itu kena banget. Aku ingat selama ini aku cuma berharap dari lamaran-lamaran magang yang aku ajukan. Dann.. itu sama saja aku berharap pada kekuatan aku sendiri, bukan kehendak Tuhan.

Akhirnya, seiring waktu berjalan. Aku mengajukan lamaran, dan diterima! Puji Tuhan! Tapi ternyata, proses magang itu nggak seenak yang dikira loh, banyak rintangan dan hambatannya! Misalnya tempat kerja yang jauh, teknik penulisan yang bagus, mengerjakan sesuai deadline, menerjemahkan berita, mencari ide yang bagus, datang tepat waktu (ini paling keras), dan juga bersosialisasi dengan teman-teman kantor.

Walau memang kinerja aku nggak begitu baik di tempat magangku itu, tapi aku mendapat banyak banget pengalaman dari dunia kerja, Aku yang nggak pernah kerja di manapun, seakan dapat 'pukulan' buat langsung kenal di dunia kerja. Dari yang namanya harus bangun pagi untuk ngejar kereta (memang setiap hari sudah jadi rutinitas tapi ini lebih ekstra, man!), terus juga kenalan sama orang-orang kantor (ada yang baik, ada yang hmm.. hehehe.. ada yang mendukung, yah puji Tuhan overall baik-baiklah semua), terus juga harus pulang malam ke rumah sampai larut malam lagi, kerjain laporan, dll. Tapi, semuanya baik. 

Aku mendapat banyak banget pengalaman selama kerja di sana ya. Ini semua nggak akan lupain sih, malah sekarang aku jadi lebih siap untuk kerja di depannya nanti dan lebih memberikan 'kinerja penuh' untuk perusahaan. 

Saat aku mendapat tempat magang ini juga, aku merasa Tuhan memberikan aku tempat yang terbaik, yang sesuai aku mau, dan membuat aku belajar bahwa menjadi yang aku mau itu tidak mudah. Ada banyak hambatannya. Aku mau di media cetak, Tuhan beri aku di media cetak. Aku sukanya menulis feature, Tuhan juga beri tempat majalah yang banyak menulis feature. Tuhan juga mempersiapkan aku di tempat dimana aku bisa belajar menulis, tapi juga Tuhan beri tahu kalau jadi jurnalis nggak mudah, harus siap deadline dan harus disiplin :) Tuhan memberi tempat, Tuhan juga yang mengajar :)

Di akhir post-ku ini, aku mau say thankyou buat tempat magangku yang waktu itu aku sempat 'belajar' di sana (aku nggak bisa bilang, cause im too shy hehe), buat orang tua, keluarga, dan teman-temanku yang dukung aku magang, dan tentu saja terutama kepada Tuhan Yesus yang memberikan aku tempat magang. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan :) Halleluya amin.

By the way, puji Tuhan salah satu hasil tulisanku sudah diterbitkan loh di majalah itu bulan Februari. Walau banyak revisi dan pengeditan, tapi teteuppp, bangganya banget-banget, hehe. Terimakasih Tuhan Yesus dan editorku waktu itu, juga teman-teman magang! :)

Bekasi, 18 Februari 2016


No comments:

Post a Comment